Mon. Jan 30th, 2023

Rumor kudeta militer di China menghebohkan jagad Media sosial. Desas desus menyebut Presiden China Xi Jinping telah digulingkan. Spekulasi mulai bermunculan di internet setelah Xi Jinping dikatakan hilang dari mata publik.

Sebelumnya, Xi Jinping menghadiri pertemuan Organisasi Kerjasama Shangsai (SCO) di Uzbekistan. Ini merupakan kunjugan resmi pertama Xi Jinping ke luar negeri sejak merebaknya pandemi Covid 19. Tidak ada pejabat dari Partai Komunis China yang berkuasa atau media pemerintah yang berkomentar apapun tentang rumor tersebut.

Akun media sosial mereka menampilkan rutinitas biasa di negara itu menjelang kongres lima tahunan partai yang digelar 16 Oktober 2022 mendatang. Saat ini, Xi Jinping tengah bersiap mengamankan masa jabatan ketiga yang disebut akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin paling kuat di China sejak Mao Zedong. Dikutip dari hindustantimes , berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang klaim kudeta militer di China:

Setelah perjalanan Xi Jinping di SCO, di Samarkand, Uzbekistan, beredar klaim bahwa sang presiden berada di bawah tahanan rumah. Para ahli membantah rumor tersebut. Dikatakan ada kemungkinan kuat bahwa Xi Jinping berada di bawah karantina karena kebijakan ketat Nol Covid China.

Seperti diketahui, pemerintah Tiongkok mengamanatkan setiap individu yang memasuki China dari luar negeri untuk menjalani karantina. Laporan tentang berkurangnya penerbangan penumpang masuk dan keluar Beijing juga beredar luas di media sosial. Dilaporkan, semua perjalanan kereta api dan bus telah dibatalkan akibat rumor kudeta militer di China.

Di sisi lain, situs website Bandara Internasional Ibu Kota Beijing memang menunjukkan ada beberapa penerbangan yang dibatalkan. Sedikit di antaranya dijadwalkan, tertunda, atau sudah mendarat. Namun, lalu lintas penerbangan China belum kembali ke tingkat pra pandemi yang bisa menjadi pembenaran bahwa jumlah penerbangan keluar dari Beijing berkurang.

Dua mantan menteri dijatuhi hukuman mati dan empat pejabat dikirim ke penjara seumur hidup di China pekan lalu. Hukuman ini dijatuhkan ketika Partai Komunis melanjutkan kampanye anti korupsi yang diprakarsai kuat oleh Xi Jinping. Pemecatan pejabat, yang dikatakan sebagai penentang Xi, merupakan indikasi pengaruhnya terhadap partai dan China pada umumnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *